Mari Kita Pahami Siapa Siapa Gen Z?

Di kehidupan yang serba canggih dan modern seperti sekarang ini, generasi Z atau iGeneration merupakan sebuah generasi yang paling banyak menggunakan media sosial. Istilah Gen Z itu sendiri ditujukan pada orang-orang yang lahir antara tahun 1991 – 2010, dimana mereka telah lahir dan tumbuh dilingkungan yang serba digital. Meski di usianya yang masih kecil, namun mereka piawai dalam mengoperasikan berbagai jenis gadget, serta memiliki kemampuan dalam mengakses informasi teknologi. Akan tetapi, generasi Z ini lebih suka berkomunikasi lewat dunia maya ketimbang berkomunikasi di dunia nyata.

Ya, hal itu dikarenakan teknologi merupakan segalanya bagi para generasi Z. Dengan demikian, maka tak heran jika kehidupan mereka tidak bisa lepas dari teknologi gadget. Berdasarkan dari hasil survei, mata mereka lebih suka memandang layar gadget daripada memandang lingkungan sekitarnya. Secara otomatis, hal itu pula yang menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua dalam mendidik anak generasi Z. Pasalnya, mereka adalah generasi yang paling berpotensi dalam mengakses informasi melalui layanan internet tanpa batas. Belum lagi dengan hadirnya beberapa aplikasi chat seperti Line, BBM, Facebook, WhatsApp, Snapchat, dan sebagainya.

Meski demikian, mereka ini memiliki salah satu keunikan yang tidak dimiliki oleh generasi lainnya. Ya, salah satu keunikan dari gen z adalah multitasking, dimana mereka mampu menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus. Disamping itu, mereka juga senang pada segala hal yang membutuhkan keputusan cepat. Dan seperti yang sudah disebutkan pada ulasan sebelumnya, bahwa generasi Z selalu mengandalkan layanan internet sebagai sumber pengetahuannya. Bahkan, mereka lebih menyukai metode pembelajaran audiovisual daripada metode pembelajaran tradisional.

Itu sebabnya, mengapa generasi Z tidak akan pernah merasakan dan tidak akan pernah tahu tentang permainan tradisional seperti lompat tali, petak umpet, main kelereng, dan sebagainya. Mereka ini hanya akrab dengan permainan virtual seperti Mobile Legends, Clash of Clans, Get Rich, dan sebagainya. Mengingat mereka ini tidak bisa lepas dari kecanggihan gadget, maka sudah seharusnya bagi kita sebagai orang tua untuk mengajarinya tentang kehidupan di dunia nyata termasuk memberikan pendidikan moral dan agama. Apabila mereka terlalu larut dalam kecanggihan teknologi, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak akan pernah mengenal kehidupan dunia nyata.

Demikianlah ulasan singkat mengenai jati diri Generasi Z. Akhir kata cukup sekian, dan semoga ulasan diatas tadi dapat bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *