Cacat Hewan Qurban yang Wajib Dihindari

Cacat Hewan Qurban yang Wajib Dihindari

Berkurban bagi ummat Islam merupakan salah satu syariat agama yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Menyisihkan sebagian dari harta untuk saling berbagi kepada sesame yang membutuhkan, seperti fakir miskin, dan orang-orang yang kurang beruntung lainnya. Penyembelihan hewan qurban tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan karena sudah ada ketentuan-ketentuannya, mulai dari tata cara pelaksanaan, hingga pemilihan jenis hewan yang dapat disembelih. Terdapat beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi untuk hewan kurban, salah satunya adalah bebas dari cacat. Apabila tidak memenuhi syarat, ibadah kurban pun menjadi tidak sah. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui cacat hewan qurban yang dapat membatalkan kurban.

  1. Mata Buta

Hewan qurban, baik itu kambing, sapi, atau unta, diharuskan untuk tidak buta. Buta yang dimaksudkan disini adalah buta yang sangat jelas, yakni matanya terlihat seperti keluar atau tercungkil. Namun, apabila matanya hanya berwarna putih dan tidak bisa hilang, maka hewan tersebut tetap dianggap sah. Hal ini dikarenakan buta tersebut bukanlah suatu buta yang jelas sehingga tidak berpengaruh terhadap kurangnya daging dalam tubuhnya. Sedangkan apabila mata kiri dan kanannya sudah buta dan sama sekali tidak bisa melihat, itu dilarang karena hal tersebut tentu membuat hewan tidak dapat melihat makanan dengan baik sehingga berpengaruh terhadap kandungan makanan yang ada dalam tubuhnya dan dikhawatirkan cukup berdampak buruk apabila dagingnya dikonsumsi oleh manusia.

  1. Sakit yang Jelas

Beli hewan qurban yang dijadikan untuk berqurban haruslah terbebas dari berbagai penyakit yang dapat berpengaruh terhadap kandungan daging dalam tubuhnya. Sakit yang dimaksudkan disini adalah sakit yang sangat tampak jelas dan menyebabkan tubuhnya terlihat sangat kurus sehingga kualitas daging yang dimilikinya sangat tidak baik. Salah satu penyakit yang dimaksudkan adalah penyakit kudis karena sangat berdampak buruk pada kualitas daging yang nantinya akan menjadi konsumsi manusia.

  1. Pincang

Jenis cacat lain yang juga dapat menyebabkan hewan kurban menjadi tidak sah adalah pincang yang sangat tampak jelas. Pincang yang dimaksudkan adalah bagian kakinya ada yang terpotong atau tulang patah sehingga menyebabkan jalannya menjadi tidak baik atau normal. Apabila tidak ada bagian yang patah atau terpotong, namun jalannya tetap pincang dan tidak normal, hal ini juga dapat menyebabkan tidak sah karena itu berarti terdapat sebuah penyakit yang menyerang tubuhnya pada bagian tertentu sehingga tidak baik apabila dijadikan konsumsi makanan manusia.

  1. Sangat Kurus

Ukuran tubuh hewan yang akan dijadikan kurban pada saat Idul Adha juga perlu diperhatikan. Apabila tubuhnya terlalu kurus, maka hal ini juga dapat membatalkan kurban. Kurus yang dimaksudkan disini adalah sangat kurus hingga terlihat tidak bersum-sum dan bahkan sangat menyedihkan untuk dipandang. Namun apabila tidak terlalu kurus dan masih terlihat memiliki cukup daging, hal ini diperbolehkan.

Keempat jenis cacat yang telah disebutkan di atas tersebut patut untuk dihindari untuk mencapai ibadah kurban yang sah dan sempurna. Ketentuan akan kriteria hewan kurban tersebut tertuliskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW. Hewan yang diperbolehkan juga perlu diperhatikan, diantaranya adalah unta yang telah berusia lima tahun, sapi atau kerbau yang telah berusia dua tahun, kambing yang telah sempurna berumur satu tahun, serta domba yang berusia minimal enam bulan. Pastikan kamu mengetahui hal-hal tersebut sebelum kamu membeli hewan kurban agar ibadah kurban pun menjadi sah dan sempurna. Membeli hewan kurban kini dapat dilakukan dengan mudah dan praktis dengan membelinya di Bukalapak.com yang bekerja sama dengan kolaborasi ACT atau Aksi Cepat Tanggap dan Global Qurban yang menawarkan hewan kurban yang sehat dan memenuhi kriteria kurban. Selamat berkurban!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *